Senin, 24 Mei 2010

~Ketika Cinta Bertentangan Dengan Orang Tua~


Saat cinta kita kepada Orang Tua "Terbentur" dengan cinta kita kepada si Dia, apa yang harus kita lakukan?...

Apakah kita akan membela kekasih kita mati-matian?...
Ataukah kita akan melepaskan kekasih kita, demi membahagiakan orang tua kita?...
Benar-benar jawaban yang sangat sulit bukan?...

Nah, mungkin di bawah ini adalah bacaan yg menarik untuk anda renungkan...
Namun ingat, setiap orang punya pendapat sendiri-sendiri tentang masalah ini...
Dan disini, saya hanya menuliskan berdasarkan realita yg ada...
Baik, inilah renungannya...

Cinta kepada si Dia "Sebelum Pernikahan", bukankah belum menjadi segalanya bagi kita?...
Cinta semacam ini, masih bisa datang dan pergi begitu saja...
Karena cinta yang seperti itu, berbeda dengan kasih dan cinta "Setelah Pernikahan"...

Memang benar...
Kalau cinta orang tua kepada kita selaku anak-anaknya, tak akan pernah habis hingga orang tua meninggalkan kita...
Namun itu bukan alasan bagi kita, untuk kita menyakiti orang tua kita kan?...
Pahamilah cinta orang tua kita itu, sebagai cinta dan kasih sayang yang abadi...

Patutkah kita menyakiti hati orang tua yang telah berpuluh-puluh tahun mendidik, mengasuh dan membimbing kita?...
Nyebokin kalau buang air, memandikan dan menggendong kita dalam pelukannya, saat kita kecil...

Dan kemudian kita balas jasa mereka dengan protes yang menyakitkan hati mereka?...
Dan itu kita lakukan semata-mata hanya untuk mempertahankan "seseorang" yang baru kita kenal...
Haruskah kasih sayang mereka yang berpuluh-puluh tahun itu, dimusnahkan untuk "kasih sayang yang baru seumur jagung"?...

Mudah-mudahan Allah selalu mengingatkan kita bahwa...

"Keridhoan Alloh Berada Dalam Keridhoan Orang Tua, Dan Kemurkaan Alloh Berada Dalam Kemarahan Orang Tua..."

Dari judulnya, kelihatannya kita lagi mau bicara tentang tema film India yang selalu bikin facing pertentangan antara Pacar dan Orang tua neeh?...

Kayaknya emang begitu, Hahahagst... Indiaholic kalo teman bilang...
Tapi mau gimana lagi...
Habis... "Cerita India" itu begitu indah, begitu mengharukan dan romantis, bahkan gak berlebihan kadang punya efek langsung pada kesehatan dan sikap kita sehari-hari...

Namun pasti ada perbedaannya lah, baca aja selanjutnya yah...
Dan sekali lagi saya ingatkan, tidak ada tujuan saya untuk menyindir kalian sedikitpun...
Ini hanyalah sebuah renungan...

Kalau kita sedang suka, jatuh cinta, ada kasih, falling in love (dan bahasa-bahasa lainnya...) kepada seorang wanita, dan kita berpikir untuk melanjutkan hubungan kita ke tingkat yang lebih jauh (Menikah...), Biasanya kita akan berusaha semampu mungkin untuk merealisasi "Cerita India" itu...

Masalahnya berlanjut ketika kita sadar bahwa, "Kita Hidup Dalam Tatanan Masyarakat Asia dan Adat Ketimuran..."

Dimana Peran Orang Tua Sedikit Banyak Masih Mempunyai Kepentingan Dalam Diri Kita, Bahkan Kadang Peran Masyarakatpun Ikut Menentukan...

Itulah sebabnya dalam banyak undangan dan dekorasi pernikahan, banyak ditemukan berseliweran kata-kata "Mohon doa restu..."

Dalam kisah beberapa orang, percintaan sering gak berjalan dengan mulus karena faktor "orang tua"...
Sebuah keberuntungan kalau kekasih anda diterima apa adanya oleh orang tua dan mungkin masyarakat anda, namun ketika yang sebaliknya terjadi bagaimana?...

Beberapa teman saya kasih saran, coba dong didialogkan kembali kepada orang tua dengan baik-baik, dan dicarikan jalan keluarnya...
Itu betul, jika kemudian hari orang tua dapat menurunkan "standar permintaannya"...

Namun Bagaimana Ketika Mereka Tetap Berpegang Kukuh Dengan Pendapat Mereka untuk menolak kekasih anda?...

Teman saya nyeletuk, "Orang tua apaan tuh!...
Masa sih kebahagiaan si anak dihalang-halangi, toh mereka kan juga menginginkan anaknya bahagia?..."

Yang satu lagi menambahkan, "Apa sih maksud orang tua seperti itu, apakah mereka menginginkan anaknya berpasangan, tanpa saling menyayangi?..."

Si A nyeletuk dengan kasar, "Emang yang mau kawin siapa sih, bokap nyokap loe apa loe, kok jadi dia pada yang repot?..."
Dan bermacam-macam tanggapan dari teman-teman...


So yang kita bicarakan di sini adalah "Pertentangan", mana yang anda pilih ketika solusi "keinginan" anda terhalang oleh "idealisme' orang tua?...

Cinta (Saat Belum Menikah) Bukan Segala-galanya, Dia Bisa Datang Dan Pergi Begitu Saja...

Saya tahu kalimat ini pasti tidak disukai oleh banyak orang, khususnya para idealis cinta, tapi itulah realita...

Cinta itu, seperti kata pepatah Jawa, "witing tresno jalaran soko kulino" yang dalam bahasa indonesia artinya Cinta itu timbul hanya karena faktor kebersamaan yang sering...

Itu sebabnya grup band "Dewa" bilang dalam salah satu lirik lagunya, "Beri aku sedikit waktu, biar cinta datang karena telah terbiasa..." *Jyah, malah nyanyi... :P

So, Unsur Terpenting Pembentukan Cinta Adalah Unsur "Selalu Bersama...", Itu saja... Gak lebih...
Kalau kamu sekarang dekat dengan seorang cewek, yang mulanya hanya temenan biasa...
Kemudian menjadi akrab sekali, jangan heran kalau di kemudian hari kamu menjadi jatuh cinta kepadanya...
Dan itu semua tidak lain, disebabkan oleh unsur kebersamaan tadi...

Logikanya, Ketika Kebersamaan Itu Hilang, Maka Hilanglah Cinta Itu...
Jangan heran, jika kita sering menganggap aneh dan gak realistis orang-orang yang selalu mengenang berat kekasih masa lalu mereka...

Gak apa-apa sih kita mengenang, asalkan hal itu hanya untuk mengenang begitu saja dan hanya untuk bahan perbandingan, serta buat hiburan aja...

Dan jangan heran juga, kalau orang yang berpacaran long distance alias jarak jauh, banyak yang putus...
Hal ini, juga tidak lain disebabkan oleh "tidak adanya" unsur kebersamaan tadi...

Menghilangkan rasa cinta dengan cara menghilangkan kebersamaan, jika itu dilakukan tentunya bukan suatu hal yang mudah...
Iya kan...?
Yupz, itu benar... *wakilin yg lagi baca notes ini, hahahagst...

Ketika anda memutuskan untuk menjauhi sang kekasih, itu memang suatu keputusan yang berat...
Bahkan tidak berlebihan, kalau dibilang itu bisa bikin anda cengeng dan dunia ini serasa hampa...
Namun percaya atau tidak, itulah satu-satunya proses terapi yang paling mujarab untuk menghilangkan rasa cinta, paling tidak hingga saat ini masih manjur lho...

Kembali ke masalah orang tua...
Kita dihadapkan pada dua pilihan sekarang, antara Menuruti Keinginan Orang Tua Untuk Membubarkan Cinta Kita, dan antara Mempertahankan Cinta Pada Kekasih Tersayang Kita?...

Dilema bukan?...
Kayak makan buah Simalakama (padahal gw juga gak tau, buah simalakama itu seperti apa?), duanya-duanya pilihan yang berat...

Mari kita itung-itungan sekarang dengan asas kebesaran jiwa...

Ada satu pernyataan dari seorang bijak, ketika dia sedang menasehati anak didiknya...
Si bijak mengatakan, "Patutkah Kamu Menyakiti Hati Orang Tua Yang Telah Berpuluh-Puluh Tahun Mendidik, Mengasuh, dan Membimbingmu?...
Ketika kamu kecil mereka nyebokin kamu kalau buang air, mandiin, menggendong kamu dalam pelukannya selama berpuluh-puluh tahun lebih dengan kasih sayang tanpa meminta imbalan sedikitpun?...

Kemudian semua jasa itu kamu lupakan begitu saja, dan kamu balas dengan sebuah protes yang menyakitkan hati mereka?...
Dan itu kamu lakukan hanya karena seseorang yang baru kamu kenal dalam hitungan satu atau dua tahun, atau paling banyak 9 tahun?...

Haruskah kasih sayang berpuluh-puluh tahun itu dimusnahkan, hanya untuk mempertahankan kasih sayang yang katakanlah baru dua tahun tersebut...!?


Ingatlah sahabat, tak ada yang kita bawa ketika kita meninggalkan kehidupan di dunia ini...

Harta yg berlimpah, isteri yg cantik, suami yang tampan, anak yang banyak (eh, yang lucu maksudnya), dan berbagai keistimewaan yang kau miliki tersebut tak akan pernah menemanimu ke liang lahat...
Hanya amal dan dosa lah, yang akan menemanimu ke sana...

Sayangilah dan bahagiakanlah orang tuamu selagi mereka masih ada dan hidup, serta turutilah kata2 mereka, jika apa yang dikatakan mereka benar menurut ajaran agamamu... *kalau tidak benar, ya jangan dituruti atuh...

"Okey friends, Keep Smile Happy N Enjoy Aja Yuaa..."

0 komentar:

Desain By : Aldid Alifya Kyko, Since July 2010